| |
|
 
Jepang turunkan posisi RI sebagai tujuan investasi Economy Wed, 06 Dec 2006 08:50:00 WIB Jakarta - Posisi Indonesia sebagai negara tujuan investasi Jepang turun satu tingkat, dari sebelumnya di posisi ke-8 pada 2005 menjadi posisi ke-9 pada 2006-hasil studi Japan International Cooperation Agency/ JICA.
Di sisi lain, posisi Vietnam di mata investor Jepang semakin menggiurkan pada 2006 ini karena bila tahun lalu Vietnam menempati peringkat keempat di bawah Thailand, tahun ini dia menggeser Thailand dan menempati peringkat ketiga.
Dan sepanjang Januari-November 2006, nilai persetujuan penanaman modal dari Jepang ke Indonesia hanya mencapai US$430,2 juta, anjlok 61,13% ketimbang nilai persetujuan pada periode sama tahun lalu yang mencapai US$1.106,8 juta.
Demikian terungkap dalam rapat kerja dengar pendapat umum (RDPU) Komisi VI DPR dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Jakarta, kemarin. "Jepang ini paling mengkhawatirkan," kata Kepala BKPM M. Lutfi.
Seraya mengutip survei Japan International Cooperation Agency (JICA) terhadap para pengusaha terkemuka Jepang, Lutfi mengatakan peringkat Indonesia dari tahun ke tahun terus menurun dalam polling negara tujuan investasi mereka.
Beberapa hal yang dikeluhkan pengusaha asal negeri yang segera menyetujui perjanjian perdagangan bebas plus (EPA) dengan Indonesia itu, kata Lutfi mengutip survei tahunan JICA, a.l. masalah kepastian hukum, perpajakan, bea cukai, infrastruktur, dan ketenagakerjaan.
Selain Jepang, penurunan nilai persetujuan investasi ke Indonesia juga dilakukan -pengusaha China. Januari-November ini, nilainya hanya US$114,8 juta, turun 43,22% ketimbang nilai persetujuan periode sama tahun lalu yang mencapai US$202,2 juta.
Tapi terhadap kasus China, Luffi mengatakan optimismenya. "Tahun depan kami yakin investasi China akan melesat setelah kesepakatan investor listrik China dengan PT PLN. Hitungan kasarnya, nilai investasinya US$4,0 miliar," ujarnya.
Jepang dan China adalah mitra dagang sekaligus pemasok barang impor terbesar ke Indonesia. China baru muncul dua bulan terakhir, setelah 25 tahun sebelumnya Jepang dan Amerika Serikat bersama-sama 'membagi' Indonesia.
PMA turun Dalam RDPU itu BKPM juga menyampaikan, realisasi penanaman modal asing (PMA) Januari-November 2006 turun 45,91% ketimbang periode sama 2005. Dalam periodisasi yang sama, realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) juga turun 37,14%.
Dalam periode perbandingan itu , jumlah proyek PMA di Indonesia sepanjang Januari-November 2006 turun 3,61%, demikian pula jumlah proyek PMDN yang turun 24,48%. (bastanul.siregar@bisnis.co.id)
Oleh Bastanul Siregar Bisnis Indonesia
|  |
 
Other articles
|
|
|
|